Friday, March 9, 2012

Bebas

 Kebebasan adalah milikku
setelah seratus windu aku terbelenggu

sayap telah terkembang
setelah sejuta hari ia patah

tiada tuan selain Tuan
yang menguasai mahkota jiwa

cadar angin telah terkembang
tirai air telah terjuntai
mengelilingi pusara kalbu
mengambang lembut dan bercahaya

kali ini,
tak akan kubiarkan...
satu rantingpun masuk

kali ini,
tak akan kuijinkan...
satu benihpun tumbuh

mahkota kaca ini,
akan terus terjaga

aku telah bebas,
sayapku telah terkembang

tiada raja bagiku...
selain daripada yang diperTuan.

jiwaku terbelenggu,
hanya milikNya...
dengannya aku Bebas!!!


Ketika itu....
angkuh aku berkata
Kau ku tak butuh!

Ketika itu....
muak ku berpaling muka
Kau dan aku beda!

Marahku bicara
Sedihku sembunyi
Diriku bukanlah diriku

Tapi Jiwa tetap Jiwa
Tapi Kalbu tetap Kalbu
Sluruhnya terjerat padaMU

mata ini menangis
hati ini merintih
menyadari....
TIADA HIDUP TANPAMU!

Tuhanku...
Hidupku hanya milikMU


Ha ha...
bukankah semua pecinta itu bodoh?...

Naik dan turun kalbu terbaca...
nampak bodoh...
naif...
kekanak-kanakan...

diri menjadi ciut,
badan berdiri kaku...

"aku tampak bodoh!"

lalu langkahpun mundur,
berusaha untuh pintar...
mencari kedewasaan...
mengais kenormalan...

aku tak mau bodoh lagi!

AH! AH! AH!...

siapa pula yang bodoh?

tanyalah disetiap ujung dunia,
tanyakan pada semua manusia dan setan...

"bukankah pecinta selalu tampak bodoh?"
"bukankah orang yang mabuk cinta selalu bertingkah aneh?"

Toh!
jadi apa salahku ketika aku tampak bodoh,
sedangkan jelas...
diri memang sedang jatuh cinta!

halah!!!!

aku kembali padaMu
dengan cinta...
penyesalan dan rasa malu,
turut bersama...

Engkau yang kembali kupuja,
segenap daging dan darah ini
membutuhkan kehadiranMu
segenap logika dan emosi ini
membutuhkan keindahanMu

mereka yang tak tahu,
bukanlah urusanku...
mereka yang membenci,
bukanlah peduliku...

Duhai Yang Maha Indah,
matilah jiwa ini tanpaMu,
Duhai Yang Maha Penyayang,
matilah raga ini tanpa KasihMu

dari kebencian dan kemarahan,
dari kelemahan dan kelelahan,
aku kembali padaMu dengan kelegaan...

sungguh bodoh diri ini,
mencari cinta pada dunia...
sungguh hilang diri ini,
mencari bahagia pada manusia...

Cukuplah Engkau bagiku...

Tuhanku,
baru kutahu...
tak berdaya aku tanpaMu,
baru kusadari...
tiada senyum tanpaMu,
baru kurasa...
tiada bahagia tanpaMu,

Cukuplah Engkau bagiku...

Ucapan ini bukan pernyataanku,
tapi ini adalah doa dan harapanku...

Cukuplah Engkau bagiku...
karena Engkau tak tergantikan...
dengan apapu atau siapapun...

Cukuplah Engkau bagiku...
aku tak bisa hidup dengan kebutuhan lain,
melainkan hanya denganMU....

ini doaku, ini permohonanku... bukan pernyataanku...

Cukuplah Engkau bagiku...

without You... is worst then death itself


Aku tau posisiku
dimana aku berdiri saat ini
ditepi kemarahanMu...
Wahai Tuhan yang Maha Penyayang...

Kesalahan kami padaMU
tak terhingga,
tak termaafkan...
padahal Engkau Maha Penyayang...

Maha Suci Engkau,
hanyalah kata maaf yang bisa kuhaturkan...
atas RahmantMU yang tanpa Batas...

Maha Suci Engkau,
dan sujudku memohon...
Ampuni kami...

Duhai Yang Maha Pengasih...
jika nyawaku dapat menebus MurkaMu...
maka ambilah...

tapi aku mengaku padaMu,
aku ini lemah...
hanya sujud dan tasbih...
yang mampu kuberi selain nyawaku...

Engkau Maha Penyayang...
Jika Engkau Murka...
sungguh kami telah melampau batas...

Engkau Maha Pemurah...
Cinta KasihMu lebih besar dari MurkaMu...

Tuhanku Yang Paling Penyayang...
aku terus berusaha...
demi langit dan bumi yang Engkau ciptakan...
aku tak pernah berhenti berusaha...

untuk menghindari MurkaMu...

Maha Suci Engkau
Yang Maha Penyayang...
Maha Suci Engkau
Yang Maha Pemurah...

ampunilah kami,
dan selamatkan kami,
dari murkaMu...

Duhai Tuhanku...
aku mohon perlindunganMU
dari MurkaMU...

Maha Suci Engkau 

BERAGAM JENIS PUISI